Perkembangan Konsep Diri

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Salah satu penentu dalam keberhasilan perkembangan adalah konsep diri. Konsep diri (self consept) merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap pembicaraan tentang kepribadian manusia. Konsep diri merupakan sifat yang unik pada manusia, sehingga dapat digunakan untuk membedakan manusia dari makhluk hidup lainnya.

Konsep diri seseorang dinyatakan melalui sikap dirinya yang merupakan aktualisasi orang tersebut. Manusia sebagai organisme yang memiliki dorongan untuk berkembang yang pada akhirnya menyebabkan ia sadar akan keberadaan dirinya. Perkembangan yang berlangsung tersebut kemudian membantu pembentukan konsep diri individu yang bersangkutan.

Perasaan individu bahwa ia tidak mempunyai kemampuan yang ia miliki. Padahal segala keberhasilan banyak bergantung kepada cara individu memandang kualitas kemampuan yang dimiliki. Pandangan dan sikap negatif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang sulit untuk diselesaikan, maka dari itu sangatlah penting untuk setiap orang memahami konsep diri.

1.2           Tujuan pembelajaran

  1. Memahami defenisi konsep diri
  2. Mengidentifikasi langkah-langkang dan manfaat mempertahankan konsep diri
  3.  Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri
  4. Memahami komponen atau bagian dari konsep diri
  5. Mengidentifikasi hambatan dalam membangun konsep diri
  6. Memahami jenis-jenis konsep diri

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

2.1  Defenisi Konsep Diri

Konsep diri adalah penilaian, pandangan dan perasaan seseorang tentang dirinya. Manusia adalah makhluk penafsir dan juga subjek dari persepsi objek maupun persepsi interpersonal. Seseorang dapat menjadikan dirinya sendiri sebagai subjek dan objek persepsinya sekaligus, yaitu ia membayangkan dirinya sebagai orang lain dalam otaknya, seperti ia menaruh cermin di depan dirinya, kemudian melihat dirinya sendiri pada cermin dan membayangkan demikianlah cara orang dalam memandang dirinya. Dengan mengamati dirinya sendiri, sampailah ia pada gambaran dan penilaian tentang dirinya yang disebut konsep diri (self concept).

Menurut Seifert dan Hoffnung (1994) konsep diri merupakan “suatu pemahaman mengenai diri atau ide tentang konsep diri.“. Sedangkan  Atwater (1987) menyatakan bahwa konsep diri adalah keseluruhan gambaran diri, yang meliputi persepsi seseorang tentang tentang diri, perasaan, keyakinan, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan dirinya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa konsep diri adalah pendapat seseorang tentang dirinya sendiri atau pemahaman mental maupun fisik. Atau pemahaman seseorang tentang dirinya sendiri, baik menyangkut kemampuan mental maupun fisik, ataupun menyangkut segala sesuatu yang  menjadi miliknya yang bersifat  material. Dengan kata lain konsep diri adalah respon sesorang tentang pertanyaan “siapa saya?” dengan menyadari sesorang tentang dirinya maka akan ada unsur penilaian tentang keberadaan dirinya itu apakah dia seorang yang baik atau kurang baik, berhasil atau kurang berhasil, mampu atau kurang mampu.

 

2.2 Langkah-Langkah Dan Manfaat Mempertahankan Konsep Diri

Langkah-langkah melakukan konsep diri

 

Langkah-langkah mempertahankan konsep diri, yaitu: Bersikap obyektif dalam mengenali diri sendiri, hargailah diri sendiri, jangan memusuhi diri sendiri, berpikir positif dan rasional.

Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa langkah membangun konsep diri adalah   Belajar menyukai diri sendiri atau cinta diri sendiri, Kembangkan pikiran positive thinking, Hubungan interpersonal harus dibina dengan baik, Pro-aktif atau sikap yang aktif menuju yang positive, dan Menjaga keseimbangan hidup

 

Manfaat mengembangkan konsep diri

1.      Rasa Percaya Diri

2.      Semangat dan Gairah Hidup

3.      Keberanian

4.      Kebebasan

5.      Harga Diri ( Self-Esteem )

6.      Kedamaian dan Kebahagiaan

7.      Keberhasilan dalam hidup

 

2.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri

Burns (1993) menyebutkan bahwa secara garis besar ada lima faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri, yaitu :

Ø  citra fisik, merupakan evaluasi terhadap diri secara fisik,

Ø  bahasa, yaitu kemampuan melakukan konseptualisasi dan verbalisasi,

Ø  umpan balik dari lingkungan,

Ø  identifikasi dengan model dan peran jenis yang tepat,

Ø  pola asuh orang tua.

Hurlock (1973) yang mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri di antaranya adalah ; fisik, pakaian, nama dan nama panggilan,  intelegensi, tingkat aspirasi, emosi, budaya, sekolah dan perguruan tinggi,status sosial ekonomi, dan keluarga.

Menurut Lerner dan Spanier (dalam Nuryoto, 1993), perkembangan seseorang selain ditentukan oleh kondisi dirinya, juga dikaitkan dengan kehidupan kelompok dalam lingkungan masyarakatnya pada setiap tahap perkembangan yang dilaluinya.

Garbarino (1992) mengemukakan bahwa pada prinsipnya dalam proses perkembangan manusia bisa dilihat dalam perspektif ekologi. Dalam perspektif ini individu berintraksi dengan lingkungan. Interaksi tersebut mebuat kedua elemen saling memperngaruhi satu sama lain dan membentuk sistem dalam beberapa tingkatan, yang terdiri dari microsystems, mesosystems, exosystems, dan macrosystems.

 

2.4 Komponen Atau Bagian Dari Konsep Diri

1. Identitas diri (Peran yang berbeda, kesaran diri akan diri sendiri, pengenalan diri yang ada tentang internal individual).

2. Citra diri (Pandangan atau persepsi tentang diri kita sendiri, bukan penilaian orang lain terhadap dirinya).

3. Harga diri (Berupa penilaian atau evaluasi dirinya terhadap hasil yang didapat baik internal maupun eksternal yang merupakan proses pencapaian ideal diri).

4. Ideal diri (Suatu yang kita harapkan atau harapan individu terhadap dirinya yang akan dinilai oleh personal lain).

5. Peran (Merupakan pola sikap, prilaku, posisi dimasyarakat atau fungsi dirinya baik di lingkungan masyarakat, keluarga, atau komunitas).

 

2.5  Hambatan Dalam Membangun Konsep Diri

Potensi yang dimiliki seseorang bisa berkembang atau tidak, itu tergantung pada pribadi yang bersangkutan dan lingkungan dia berada. Beberapa hambatan yang sering terjadi dalam pengembangan potensi diri adalah sebagai berikut:

  1. Hambatan yang berasal dari lingkungan

Lingkungan merupakan salah satu faktor penghambat dalam pengembangan potensi diri. Hambatan ini antara lain disebabkan sistem pendidikan yang dianut, lingkungan kerja yang tidak mendukung semangat pengembangan potensi diri, dan tanggapan atau kebiasaan dalam lingkungan kebudayaan.

  1. Hambatan yang berasal dari individu sendiri

Penghambat yang cukup besar adalah pada diri sendiri,misalnya sikap berprasangka, tidak memiliki tujuan yang jelas, keengganan mengenal diri sendiri, ketidak mampuan mengatur diri, pribadi yang kerdil, kemampuan yang tidak memadai untuk memecahkan masalah, kreativitas rendah, wibawa rendah, kemampuan pemahaman manajerial lemah, kemampuan latih rendah dan kemampuan membina tim yang rendah.

2.6 Jenis-Jenis Konsep Diri

Hurlock (1974) membagi konsep diri menjadi 4:

1.      Konsep diri dasar

Konsep diri dasar meliputi persepsi mengenai penampilan, kemampuan dan peran status dalam kehidupan, nilai-nilai, kepercayaan, serta aspirasinya. Konsep diri dasar cendrung memiliki kenyataan yang sebenarnya. Individu melihat dirinya seperti keadaan sebenarnya, bukan seperti yang diinginkan. Keadaan ini menetap dalam dirinya walaupun tempat dan situasinya berbeda.

2.      Konsep diri sementara

Konsep dir sementara adalah konsep diri yang sifatnya hanya sementara saja dijadikan patokan. Apabila tempat dan situasi berbeda, konsep diri ini akan menghilang. Konsep diri sementara ini terbentuk dari interaksi dengan lingkungan.

3.      Konsep diri social

Konsep diri social timbul berdasarkan cara seseorang mempercayai persepsi orang lain tentang dirinya, jadi tergantung dari perkataan dan perbuatan orang lain pada dirinya, misalnya seorang anak yang selalu dikatakan nakal. Konsep diri social diperoleh melalui interaksi social dengan orang lain.

4.      Konsep diri ideal

Konsep dir ini ideal terbentuk dari persepsi seseorang dan keyakinan oleh apa yang kelak terjadi pada dirinya dimasa yang akan dating. Konsep diri ini berhubungan dengan pendapat individu mengenai keadaan fisik dan psikologisnya. Konsep diri ideal ini dapat menjadi kenyataan apabila berada dalam jangkauan kehidupan nyata.

Strang (1970) memperkenalkan empat konsep yang mendasar tentang konsep diri:

1.      Konsep diri menyangkut pemahaman seseorang tentang kemampuan peranan dan penghargaan terhadap diri sendiri.

2.      Konsep diri itu tidak tetap.

3.      Konsep diri social adalah pendaopat seseorang atau remaj tentang bagaimana orang lain mamandang dirinya tentang kemampuan sosialnya.

4.      Konsep diri ideal dan konsep diri realita. Konsep diri ideal yaitu konsep diri seseorang seperti yang diharapkan. Konsep diri realita adalah konsep diri yang benar-benar sesuia dengan kemampuan.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

Simpulan

Konsep diri adalah cara seseorang untuk melihat dirinya secara utuh dengan semua ide, pikiran, kepercayaan, dan pendirian yang diketahui individu dalam berhubungan dengan orang lain. Sangatlah penting bagi setiap orang untuk memahami konsep diri, yaitu dengan terlebih dahulu harus menanamkan dalam dirinya sendiri pandangan tentang dirinya sebelum memberi pandangan kepada orang lain.

Ada beberapa komponen konsep diri yaitu identitas diri yang merupakan intenal idividual, citra diri sebagai pandangan atau presepsi, harga diri yang menjadi suatu tujuan, ideal diri menjadi suatu harapan, dan peran atau posisi di dalam masyarakat.Untuk membangun konsep diri kita harus belajar menyukai diri sendiri, mengembangkan pikiran positif, memperbaiki hubungan interpersonal ke yang lebih baik, sikap aktif yang positif, dan menjaga keseimbangan hidup.

Semua yang kita lakukan pasti ada manfaatnya begitu juga dalam memahami konsep diri, kita menjadi bangga dengan diri sendiri, percaya diri penuh, dapat beradaptasi dengan lingkungan, dan mencapai sebuah kebahagiaan dalam hidup.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s